5 Dampak Kurang Serat Bagi Tubuh

kurang serat

Serat adalah salah satu komponen yang sering kali terlupakan dalam diet sehari-hari. Meskipun mungkin tampak seperti hal kecil, dampak kurang serat dalam pola makan kita bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan kita.

Apa saja risiko kurang serat?

Kurang serat dalam pola makan sehari-hari dapat memiliki berbagai dampak negatif pada kesehatan kita. Berikut beberapa dampak kurang serat dalam diet kita.

1. Masalah pencernaan

Salah satu dampak yang paling terasa dari kurangnya serat adalah masalah pencernaan. Ketika kurang serat, sistem pencernaan cenderung berfungsi kurang efisien, menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah pencernaan.

Salah satu dampak paling umum dari kurang serat adalah konstipasi. Serat yang larut dalam air membantu melembutkan tinja dan memfasilitasi gerakan usus yang lancar. Kurangnya serat dapat mengakibatkan tinja keras dan kesulitan dalam buang air besar.

2. Risiko penyakit jantung

Serat dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Berdasarkan tinjauan yang diterbitkan dalam British Medical Journal, setiap 7 gram serat yang dimakan setiap hari, risiko penyakit jantung akan turun sebesar 9 persen.

Oleh karena itu, bila tubuh kekurangan serat, risiko penyakit jantung akan meningkat karena peningkatan kadar kolesterol.

3. Risiko diabetes tipe 2

Asupan serat yang rendah juga dapat berkontribusi pada risiko diabetes tipe 2. Serat membantu mengatur penyerapan gula dari makanan yang dapat membantu menjaga kadar gula darah yang stabil.

Diet rendah serat dapat menyebabkan fluktuasi lebih besar dalam kadar gula darah. Ini dapat menjadi masalah serius bagi mereka yang memiliki diabetes atau berisiko mengembangkan penyakit tersebut.

4. Kenaikan berat badan

Makanan kaya serat cenderung memberikan rasa kenyang lebih lama. Ketika kita kurang serat, kita mungkin merasa lapar lebih cepat setelah makan. Hal tersebut bisa menyebabkan konsumsi kalori berlebihan. Ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan jika tidak diimbangi dengan baik.

5. Sering merasa lelah dan lesu

Manfaat serat lainnya adalah membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Semakin lambat pencernaan yang terjadi setelah makan kaya serat, maka glukosa dalam makanan juga dicerna lebih lambat.

Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah dan penurunan berikutnya yang tidak hanya baik untuk tingkat energi, tetapi juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Jadi, jika kamu sering merasa lelah dan lesu, kemungkinan besar kamu membutuhkan lebih banyak serat saat makan.

Cara meningkatkan asupan serat

Meningkatkan asupan serat dalam pola makan dapat membantu menghindari dampak negatif dari kurang serat. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya.

  • Konsumsi banyak buah dan sayuran: Buah-buahan dan sayuran adalah sumber utama serat. Cobalah untuk memasukkan berbagai jenis buah-buahan dan sayuran dalam setiap makanan.
  • Pilih bijian utuh: Mulailah beralih dari produk bijian olahan ke bijian utuh seperti beras merah, sereal gandum utuh, dan oatmeal. Bijian utuh mengandung lebih banyak serat daripada produk olahan.
  • Makan kacang-kacangan dan biji-bijian: Kacang-kacangan, biji-bijian seperti almond, kenari, dan chia seeds juga merupakan sumber serat yang baik.
  • Perhatikan label makanan: Saat membeli makanan olahan, periksa label untuk memastikan mereka mengandung serat yang cukup. Produk makanan yang mengandung lebih banyak serat biasanya lebih baik.
  • Minum banyak air: Konsumsi serat yang tinggi memerlukan asupan air yang cukup untuk membantu pencernaan. Pastikan kamu minum cukup air setiap hari.
  • Pertimbangkan suplemen serat: Jika kamu masih kesulitan mencapai asupan serat yang cukup melalui makanan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen serat. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum menggunakan suplemen serat.

Dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, kamu dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Bila SobatVit jarang mengonsumsi sayuran, kamu bisa mencoba Cool-Vita Detox Drink untuk bantu penuhi kebutuhan serat karena Cool-Vita Detox Drink mengandung 34 ekstrak buah dan sayur. Minuman berserat ini baik untuk membantu pencernaan dan mudah dikonsumsi kapan saja dan di mana saja.

Kamu juga tidak perlu takut berat badan bertambah karena detox drink ini hanya mengandung 40 kkal per kemasannya.

Dapatkan informasi menarik lainnya dari Cool-Vita di sini.

Referensi:

BAGIKAN

Artikel Terkait