Jangan Mudah Tergoda! Ini Dia Efek Samping Suntik Putih

efek samping suntik putih

Untuk mendapatkan kulit yang cerah dan putih, banyak orang mengandalkan salah satu metode yang kita kenal sebagai suntik putih. Apakah metode suntik putih benar-benar aman? Mari kita bahas lebih lanjut pengertian dan efek samping dari suntik putih.

Efek samping suntik putih

Suntik putih adalah prosedur yang melakukan penyuntikan bahan pemutih ke dalam kulit untuk mencapai kulit yang lebih cerah.

Bahan yang disuntikkan biasanya mengandung zat-zat seperti glutathione, vitamin C, atau kojic acid yang telah diketahui memiliki efek pemutih.

Sebelum melakukan suntik putih, sebaiknya SobatVit mengetahui apa saja efek yang bisa diberikan apabila melakukan prosedur ini.

1. Merusak ginjal

Beberapa bahan yang digunakan dalam suntik putih seperti glutathione, dapat memiliki dampak negatif pada fungsi ginjal jika digunakan dalam jumlah yang berlebihan atau jika disuntikkan secara tidak benar.

Batu ginjal juga bisa timbul apabila kelebihan vitamin C. Jika tubuh menerima terlalu banyak vitamin C, sisanya akan dibuang melalui urin sebagai oksalat.

Pada beberapa kasus, oksalat akan berubah sebagai kristal dan menumpuk pada ginjal. Penumpukan tersebut akan menjadi batu ginjal.

2. Rasa tidak nyaman pada tubuh

Rasa badan tidak nyaman adalah efek samping yang dapat terjadi setelah menjalani prosedur suntik putih.

Beberapa individu melaporkan perasaan tidak nyaman setelah suntik putih seperti kelelahan, sakit kepala, mual, nyeri otot, dan gangguan tidur.

Baca Juga: Cara Mengatasi Insomnia dan Gangguan Tidur Lainnya

Perasaan tidak nyaman mencakup rasa lelah, nyeri otot, sakit kepala, dan mual. Efek ini timbul karena berbagai faktor seperti respons alergi, efek samping reaksi inflamasi kulit, atau perasaan tegang akibat prosedur.

3. Iritasi kulit

Efek ini muncul sebagai respons alergi terhadap bahan yang disuntikkan. Gejala iritasi kulit dapat mencakup kemerahan, bengkak, gatal, perasaan panas bahkan nyeri di area yang disuntik.

Tingkat keparahan iritasi kulit dapat bervariasi dari kasus ke kasus. Iritasi kulit setelah suntik putih juga dapat dipengaruhi oleh kebersihan prosedur, kualitas bahan yang digunakan, dan metode aplikasi yang benar.

4. Hormon yang tidak stabil

Ketidakstabilan hormon dapat mengakibatkan perubahan warna kulit yang tidak merata dan perubahan pigmentasi yang tidak diinginkan.

Proses suntik putih sering melibatkan penggunaan bahan pemutih tertentu seperti glutathione atau kojic acid yang dapat mempengaruhi produksi hormon dalam tubuh. Terutama, hormon melanin yang mengatur warna kulit, dapat terpengaruh oleh prosedur ini.

Baca Juga: Bongkar Penyebab Kulit Kusam, Jangan Kamu Abaikan!

5. Asma

Bagi pemilik penyakit asma, suntik putih perlu dipertimbangkan. Kandungan glutathione yang besar untuk suntik putih dapat memicu serangan asma.

Glutathione dapat mempengaruhi fungsi paru-paru dan menyebabkan sesak nafas. Konsultasi kepada dokter diperlukan apabila memiliki penyakit asma dan ingin melakukan prosedur suntik putih.

Konsultasi dengan dokter

Sebelum memutuskan untuk menjalani suntik putih, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman dalam prosedur ini.

Dokter akan melakukan evaluasi kesehatan dan kulit kamu serta memberikan nasihat tentang apakah suntik putih adalah pilihan yang aman dan tepat untuk kamu.

Dokter juga dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang risiko dan manfaat prosedur ini.

Jika masih ragu untuk menjalankan prosedur suntik putih tapi ingin kulit yang cerah dan sehat, SobatVit bisa merawat kulit dari dalam lho. Cool-Vita Collagen Drink adalah suplemen kolagen yang bisa mendorong produksi kolagen pada tubuh sehingga kulit tetap sehat dan terawat.

Jangan ragu untuk mencari informasi dari sumber-sumber terpercaya dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur suntik putih. Keamanan dan kesehatan adalah hal yang utama.

Referensi:

BAGIKAN

Artikel Terkait